5.12.11

TEORI REPRODUKSI SEL



PEMBELAHAN SEL (REPRODUKSI SEL)

Keadaan sel melakukan pembelahan dengan berbagai tujuan
  1. Perbanyakan sel sehingga terjadi pertumbuhan
  2. Pembentukan sel baru yang berbeda dari induknya
  3. Pembentukan sel baru yang tentu lebih muda dan sama dengan yang sebelumnya.
  4. Pembentukan Jaringan
  5. Regenerasi sel
  6. Pembentukan individu baru . dll

  • Sel yang membelah disebut sel induk, dan hasil pembelahannya disebut sel anak.
  • Sel induk memindahkan salinan informasi genetiknya (DNA) ke sel anak.
  • Jika transformasi genetik itu langsung (amitosis) dan jika melalui tahapan (mitosis/miosis)
  • Untuk menyampaikan informasi genetik tersebut tentu sel induk harus melipat gandakan informasi genetik yang dimilikinya (DNA) melalui replikasi (duplikasi) sebelum melaksanakan pembelahan atau reproduksi sel OK
  • Jadi replikasi itu terjadi pada waktu Interfase ( istirahat sel tidak membelah) tepatnya pada fase Sintesa (S)

BENTUK-BENTUK PEMBELAHAN SEL
Berdasarkan ada tidaknya tahap-tahap pembelahan, reproduksi sel dibedakan atas:
  1. Pembelahan langsung (Amitosis / pembelahan biner) Pembelahan yang berlangsung spontan, tanpa tahapan pembelahan sel. Dilakulan oleh organisme prokariotik, seperti bacteria dan archaebacteria dan organisme bersel satu (unicelluler) yang jelas pembelahan ini tidak terjadi pada organisme multicelluler ( organisme bersel banyak)
  2. Pembelahan tidak langsung (mitosis dan meiosis) 
  • Pembelahan sel yang terjadi melalui tahap-tahap pembelahan.
  • Dilakukan oleh organisme eukariotik seperti sel hewan, sel tumbuhan dan sel manusia,
  • Yang tentu mereka semuanya punya lebih dari satu sel ( multicelluler)

PEMBELAHAN MITOSIS
Pembelahan yang bertujuan untuk
  1. Mengganti atau memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak atau aus
  2. Pertumbuhan ( perbanyakan sel sehingga baik kwantitas dan kwalitasnya bertambah).
  3. Membentuk Jaringan karena produk pembelahan ini kromosom /sifat induk sama dengan sifat anakannya , artinya karena membentuk jaringan baik sel baru dan lama sama.

Pembelahan mitosis punya karakter
  1. Berlangsung pada sel somatik
  2. Menghasilkan 2 buah sel anakan yang identik dengan induknya.
  3. Melakukan pembelahannya sekali
  4. Antar pembelahan satu dengan yang kedua diselingi dengan fase interfase ( istirahat tidak membelah )
  5. Anakan selnya mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induk sifatnya sama dengan induk mempunyai kemampuan membelah lagi, ini tidak terjadi pada anakan hasil miosis
  6. pada organisme bisa terjadi pada usia muda , dewasa , ataupun usia tua , yang pada pembelahan miosis hanya bisa terjadi di usia dewasa tidak pada organisme yang usianya muda
  7. Tahapannya I-P-M-A-T interfase dulu baru PMAT lagi
berikut uraiannya

Interfase
  • Fase ini tidak termasuk dalam Mitosis
  • Merupakan fase istirahat dari pembelahan sel.
  • Namun tidak berarti sel tidak beraktifitas justru tahap ini merupakan tahapn yang paling aktif dan dan penting untuk mempersiapkan pembelahan.
  • Fase ini membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan fase fase pembelahan sel (fase mitotik).
Terbagi atas tiga fase, yaitu:
  1. Fase G1 (growth 1/pertumbuhan 1) Merupakan fase paling aktif berlangsung selama 9 jam. Pada fase ini sel mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Pada fase ini sel bertambah ukuran dan volumenya.
  2. Fase S (Sintesis) Merupakan fase sintesis DNA atau duplikasi kromosom, dengan waktu 10 jam
  3. Fase G2 (Growth 2/Pertumbuhan 2) Merupakan fase yang didalamnya terjadi proses sintesis protein. Pada fase ini sel siap untuk mengadakan pembelahan

  • Sekali lagi bahwa fase Mitosis tidak diawali dengan Interfase tetapi Fase Profase , karena Interfase merupakan persiapan mitosis , merupakan fase istirahat sel tidak membelah.
  • Sedangkan Mitosis itu Fase sel melakukan pembelahan / reproduksi . OK

1. Fase Profase
  • Merupakan tahap awal dari pembelahan sel secara mitosis maupun miosis , yang ditandai dengan:
  1. Kromatin memendek dan menebal membentuk kromosom , kemudian kromosom mengganda membentuk kromatida.
  2. Membran nukleus dan nukleolus (anak inti) menghilang
  3. Sentriol memisah diri menuju kutub yang berlawanan.
  4. Benang spindel yang keluar dari masing masing sentriol pada kutub berbeda mengatur diri memegang masing kromatid yang tidak teratur itu.
  5. Segera mendorong kromatid yang terbengkalai itu menjadi sangat teraturmenuju ke bidang equator.

2. Metafase
  • Tahap ini ditandai dengan :
  1. Kromatid / kromosom mengatur diri pada bidang equator / bidang pembelahan berhadap hadapan .
  2. Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yang masing-masing dikaitkan oleh benang spindel
  3. Tentu Kromosom yang berhadapan itu sudah membawa sandi genetik yang sama karena memang visinya membentuk 2 sel yang sama.

3. Anafase
  • Tahap ini ditandai dengan:
  1. Kedua kromatid berpisah menuju kutub yang berlawanan
  2. Keadaan sel jadi memanjang , membran sel melekuk, pada akhir anafase
  3. Pada fase ini tentu set kromosom terjadi pemisahan / pengurangan dari tetrad kromosom ketika berhadapan pada fase metafase terpisah menjadi masing masing 2n (diploid)

4. Telofase
  • Tahap ini ditandai dengan :
  1. Kromosom / kromatid telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan , terbentuk sekat pemisah sehingga sel terlihat terbentuk 2 sel dengan masing masing 1 inti
  2. Membran nukleus terbentuk membungkus kromosom dan nukleolus mulai tampak
  3. Kromosom menipis dan memanjang menjadi kromatin dan akhirnya tak terlihat lagi
  4. Terjadi sitokinesis (Membran plasma melekuk) yang di dahului oleh Karyokinesis (inti jadi 2) dan akhirnya terlihat sel membelah menjadi 2

jadi kesimpulannya

Di Mitosis ini pedomannya adalah
  1. Hafalkan sel akan membelah ( G2 ) yang berlanjut ke Profase ( Start)
  2. Hafalkan pula sel yang selesai membelah ( G1)pada akhir telofase yang kemudian ke Interfase lagi ( Finish)

Tentu dengan mengetahui start dan finishnya operasional diantara start dan finisnya jadi bisa di analisa lebih mudah.Karena sudah tahu endingnya

Start ( sel akan membelah /awal profase akhir G2)
  1. Ukuran sel besar
  2. Inti keruh karena ada perubahan butir kromatin -benang kromatin -kromosom- kromatid
  3. Sentrosom membelah jadi 2 sentriol nantinya kekutub
  4. Anak inti hilang begitu pula membran intinya
  5. Aktifitas harian metabolisme terkurangi untuk reproduksi

Kerbalikannya pada Finish( sel membelah /akhir telofase /awal interfase
mempunyai karakter ciri kebalikannya dari start
misalnya
  1. Kromosom - jadi memanjang tipis membentuk kromatin - butir - hilang
  2. Membran dan anak inti yang memproduksi RNA ada lagi karena mau membuat protein untuk persiapan membelah nanti dll

untuk jelasnya lihat gambar Mitosis ini



PEMBELAHAN MEIOSIS (PEMBELAHAN REDUKSI)

Pembelahan ini terjadi bukan di sel kelamin namun di kelenjar kelamin seperti testes atau ovarium dimana pembelahan untuk membentuk sel kelamin (n)dari sel tubuh (2n /diploid) , sel tubuh yang membentuk tidak sembarangan sel tubuh tetapi sel induk kelamin atau induk sperma /induk ovum yang mempunyai nama latin Spermatogonium /Oogonium kedua induk itu terus dibentuk namun jelas secara mitosis ( 2n -2n)

Pembelahan mitosis bertujuan
1. untuk membentuk sel-sel kelamin.
2. membentuk pengurangan jumlah kromosom (mereduksi)
3. pereduksian bertujuan untuk membentuk hasil zygot dari perteuan dua sel kelamin yang selalu sama dengan individu yang ada /individu sebelumnya
4. untuk mencapainya Pembelahan meiosis berlangsung melalui dua tahapan pembelahan, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2 secara langsung tanpa penggandaan lagi karena harus ada reduksi kromosom

Tahapan pembelahan meiosis adalah sebagai berikut:

Karena dari sel tubuh yang bisa membentuk sel kelamin maka diawali dengan Fase dimana sel tumbuh dan berkembang. Merupakan tahap persiapan untuk mengadakan pembelahan sel. Pada fase ini terjadi peristiwa penggandaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan. Akhir dari fase dihasilkan dua salinan DNA dan siap berubah menjadi kromosom

b. Profase I
Profase I merupakan tahap terpanjang dibandingkan tahapan meiosis 1 lain
Dibedakan atas: LeZy PaDiDi
1. Leptoten
Fase ini ditandai dengan benang kromatin menebal memendek berubah menjadi kromosom.

2. Zigoten
Fase ini ditandai dengan kromosom homolog saling berdekatan dan berpasangan membentuk sinapsis atau bivalen ( Searchng kromosom homolog)

3. Pakiten
Pada fase ini terjadi penggandaan atau replikasi kromosom, menjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih tetap menyatu atau berlekatan dan belum membelah, sehingga disebut tetrad.( 2n - 4n)

4. Diploten
Pada fase ini antar lengan kromosom dapat terjadi kiasma. Kiasma merupakan tempat terjadinya pindah silang.sehngga terjadi kemungkinan crossing over ya di fase ini

5. Diakinesis
Fase ini ditandai dengan munculnya benang spindle yang keluar diantara dua sentriol, yang telah berada di kutub-kutub yang berlawanan. Pada fase ini nucleolus dan membrane nucleus menghilang, dan tetrad mulai bergerak menuju budang equator.

Untuk lebih jelasnya lihat Gambar





APLIKASI Pada pembelahan Sel Miosis ini adalah pembentukan sel kelamin maka berikut kami sajikan bagaimana proses yang nyata dari miosis pada peristiwa Gametogenesis

GAMETOGENESIS
Gametogenesis adalah proses pembentukkan sel-sel gamet, yang terjadi secara meiosis di dalam alat perkembangbiakan. Gametogenesis terjadi pada organisme dewasa. Pada hewan dan manusia gametogenesis terjadi di testis dan ovarium.

1, Spermatogenesis

Merupakan proses pembentukkan sperma yang terjadi di dalam testis
Tahapan spermatogenesis adalah:

Terlihat pada Gambar pada Miosis 1 (sebelah kiri) terjadi pengurangan (reduksi) kromosom 2n - n
Spermatogonium ( 2n) - spermatosit primer (2n) - jadi 2 spermatosit sekunder (n)
sedangkan pada miosis Ke 2 (gambar sebelah kanan) sebenarnya itu terjadi mitosis karena dari n - n
2 Spermatocyt II membelah mitosis - 4 spermatid (n) - yang akhirnya muncul ekor membentuk spermatozoid ( n) yang berjumlah empat sel anakan sperma yang semua hidup
untuk kepingin jelas lihat gambar lagi






Agar lengkap juga kami sajikan proses Oogenesis yang prinsipnya sama dengan spermatogenesis hanya sel anakanovum hanya satu yang hidup yang 3 polosit / sel kutub / badan polar yang mati karena tanpa inti

Proses Oognesis



beda Spermatogenesis dengan Oogenesis terletak pada
1. jumlah sel anakan yang fungsional
2. ukurannya
3. tempat terjadinya
Persamaannya banyak
1. sama miosis
2. sama mebentuk kromosom haploid
3. sama membentuk 4 sel anakan
4. sama harus terjadi pada individu dewasa

Oogenesis

hanya satu telur yang fungsional setelah oogonium terjadi oogenesis sedangkan pada spermatogenesis , satu spermatogonium bisa menghasilkan 4 sperma fungsional

15.11.11

Contoh Pidato Kenakalan Remaja.

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulilah hirobil ‘alamin wabihi nasta’inu ‘ala umuridunya wa diin wa sholatu wassalamu ‘ala asrofil anbiai wal mursalin wa ‘ala alihi washakhbihi ajma’in ama ba’du.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberi nikmat dan karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama-sama di hari yang berbahagia ini.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar kita Baginda Rasullulah SAW. Yang telah menuntun kita semua dari zaman kegelapan sampai ke zaman yang terang benderang ini.

Kepada Yth. Bapak/Ibu Guru SMA Muhammadiyah 2 Palembang
Dan Teman-teman Seluruh Siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang yang saya banggakan

Kita tahu dan menyadari saat ini begitu banyak terjadi apa yang disebut kenakalan remaja. Aneka perbuatan negatif atau menyimpang yang dilakukan oleh para remaja sepertinya dianggap oleh mereka seperti biasa-biasa bahkan ada yang menganggapnya sebagai sebuah kebanggaan. Mereka mengatakan hal tersebut menunjukkan simbol sebuah keberanian. Ini tentu sangat memprihatinkan kita semua.

Inilah masalah sosial yang menjangkit para remaja kita saat ini yakni perilaku menyimpang sebagaimana yang disebut kenakalan remaja.

Adapun penyebab masalah kenakalan remaja bisa bermacam-macam. Bisa akibat salah pola asuh orang tua atau dari dalam keluarga itu sendiri. Juga bisa karena penggunaan waktu luang yang tidak terarah sehingga memilih lingkungan dan teman bergaul yang tidak tepat.

Ada satu perasaan di kalangan remaja bahwa memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas.

Misalnya, anak orang yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat atau pun anak orang terpandang lainnya.

Teman-temanku Seluruh Siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang yang saya banggakan,

Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si remaja saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu tersebut.

Padahal, kebanggaan ini adalah semu sifatnya. Malah kalau tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan nantinya. Sebab kawan dari kalangan tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu pula. Apabila si anak akan berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orang tua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik, obat terlarang, dan lain sebagainya.

Mari kita ingat kembali apa yang Rasulullah sampaikan kepada kita. Apabila kita bergaul dengan tukang las maka akan kebagian bau asapnya. Jika kita bergaul dengan tukang minyak wangi maka akan kebagian wanginya.

Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya.

Ternyata lingkungan tempat ia bergaul dan orang-orang di dalamnya yang menjadi teman-temannya bisa dijadikan indikasi perilaku seseorang yang ada didalamnya. Jika mereka baik maka baik pula ia tetapi jika buruk perilaku mereka maka ia tidak akan jauh beda.

Tetapi walau pun demikian tidak menutup kemungkinan ada satu atau dua orang yang bisa menjaga diri tidak terpengaruh oleh lingkungan. Namun ini bisa jadi sangat langka.

Teman-temanku Seluruh Siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang yang saya banggakan,
Walaupun orang tua kita tidak mengajarkan secara penuh agar kita menjadi orang baik tetapi keinginan mereka sudah pasti ingin anak-anaknya menjadi orang yang baik-baik. Tidak satu orang tua pun menginginkan anaknya berprilaku buruk.

Karenanya kita tidak perlu menyalahkan orang tua atau pun orang lain tetapi diri kita sendirilah yang harus sudah bisa menjaga diri dan bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Pilihlah lingkungan dan teman-teman gaul secara selektif. Jangan asal senang. Jika lingkungan itu akan menjerumuskan kalian lebih baik tidak mendekatinya sama sekali. Banyak tempat gaul yang positif yang bisa kalian pilih baik di sekolah maupun diluar sana. Disekolah kalian bisa mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, misalnya.

Sampai disini yang bisa bapak sampaikan dalam pidato ini, kalau ada kesalahan saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

27.7.11

Kp. Kapitan, Palembang; Melongok Bangunan Peninggalan China


Kampung Kapitan memang salah satu bangunan peninggalan China. Namun, bukan ciri khas China yang melekat di sana, melainkan perpaduan antara budaya Palembang, China, dan Belanda yang terasa kental mewarnai kawasan yang terletak di pinggir Sungai Musi ini. Menurut budayawan dan sejarawan Palembang, Djohan Hanafiah, munculnya Kampung Kapitan berkaitan dengan runtuhnya Kerajaan Sriwijaya pada abad XI dan munculnya Dinasti Ming di China pada abad XIV.
Sejak zaman Sriwijaya hingga kini, Sungai Musi menjadi urat nadi jalur transportasi air untuk menggerakkan perekonomian Kota Palembang dan sekitarnya. Alur mudik kapal, perahu, getek, tongkang, tug boat maupun speed boat yang membawa hasil bumi, dapat terlihat. Namun, di balik padatnya aktivitas di sungai yang membelah Kota Palembang menjadi dua, yakni Seberang Ulu dan Ilir ini, ada yang lebih menarik perhatian wisatawan, yaitu Kampung Kapitan.
Kampung Kapitan merupakan kelompok 15 bangunan rumah panggung ala China yang terletak di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Kampung ini pada awalnya merupakan tempat tinggal seorang perwira keturunan China berpangkat kapitan (kapten) yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda.
Lahan di Seberang Ulu ini memang untuk para pendatang dari luar Palembang. Uniknya, bentuk rumah mengadopsi bentuk rumah limas (rumah tradisional Palembang) yang diperuntukkan bagi para bangsawan Palembang. Namun, bentuk rumah juga mengadopsi tipologi rumah masyarakat China dengan courtyard (ruang terbuka) pada bagian tengahnya, yang berguna bagi penghawaan dan masuknya cahaya.
Tradisi juga masih nampak pada interior rumah yang dilengkapi dengan meja altar pemujaan bagi leluhur. Perpaduan ini dapat dipahami, sebab pada masa akhir pemerintahan Kesultanan Palembang, masyarakat Tionghoa mulai membaur dengan masyarakat asli Palembang melalui perkawinan atau memeluk agama Islam.
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Tionghoa mengalami perubahan dari masyarakat yang diawasi menjadi masyarakat yang mempunyai kedudukan istimewa. Ini terlihat pada kolom penyangga pada bagian teras depan yang pada rumah pertama berbahan kayu, berganti menjadi kolom bata dengan gaya klasik eropa, walau dengan proporsi yang disesuaikan dengan tampang bangunan.
Bangunan inti di Kampung Kapitan terdiri atas tiga rumah, merupakan bangunan yang paling besar dan menghadap ke arah Sungai Musi. Rumah di tengah paling sering difungsikan untuk menyelenggarakan pesta dan tempat pertemuan, sementara kedua rumah di sisi timur dan barat untuk rumah tinggal.
Dari arah darat, hanya ada satu jalan masuk ke Kampung Kapitan yang berjarak sekitar 800 meter dari bawah Jembatan Ampera. Di jalan masuk terdapat dua gerbang yang daun pintunya hilang. Tapi kini, keanggunan Kampung Kapitan nyaris hilang. Hanya bangunan-bangunan kuno yang masih tegak berdiri, meskipun banyak kerusakan kecil di berbagai sudut.

Kampung Kapitan memang salah satu bangunan peninggalan China. Namun, bukan ciri khas China yang melekat di sana, melainkan perpaduan antara budaya Palembang, China, dan Belanda yang terasa kental mewarnai kawasan yang terletak di pinggir Sungai Musi ini. Menurut budayawan dan sejarawan Palembang, Djohan Hanafiah, munculnya Kampung Kapitan berkaitan dengan runtuhnya Kerajaan Sriwijaya pada abad XI dan munculnya Dinasti Ming di China pada abad XIV.
Sejak zaman Sriwijaya hingga kini, Sungai Musi menjadi urat nadi jalur transportasi air untuk menggerakkan perekonomian Kota Palembang dan sekitarnya. Alur mudik kapal, perahu, getek, tongkang, tug boat maupun speed boat yang membawa hasil bumi, dapat terlihat. Namun, di balik padatnya aktivitas di sungai yang membelah Kota Palembang menjadi dua, yakni Seberang Ulu dan Ilir ini, ada yang lebih menarik perhatian wisatawan, yaitu Kampung Kapitan.
Kampung Kapitan merupakan kelompok 15 bangunan rumah panggung ala China yang terletak di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Kampung ini pada awalnya merupakan tempat tinggal seorang perwira keturunan China berpangkat kapitan (kapten) yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda.
Lahan di Seberang Ulu ini memang untuk para pendatang dari luar Palembang. Uniknya, bentuk rumah mengadopsi bentuk rumah limas (rumah tradisional Palembang) yang diperuntukkan bagi para bangsawan Palembang. Namun, bentuk rumah juga mengadopsi tipologi rumah masyarakat China dengan courtyard (ruang terbuka) pada bagian tengahnya, yang berguna bagi penghawaan dan masuknya cahaya.
Tradisi juga masih nampak pada interior rumah yang dilengkapi dengan meja altar pemujaan bagi leluhur. Perpaduan ini dapat dipahami, sebab pada masa akhir pemerintahan Kesultanan Palembang, masyarakat Tionghoa mulai membaur dengan masyarakat asli Palembang melalui perkawinan atau memeluk agama Islam.
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Tionghoa mengalami perubahan dari masyarakat yang diawasi menjadi masyarakat yang mempunyai kedudukan istimewa. Ini terlihat pada kolom penyangga pada bagian teras depan yang pada rumah pertama berbahan kayu, berganti menjadi kolom bata dengan gaya klasik eropa, walau dengan proporsi yang disesuaikan dengan tampang bangunan.
Bangunan inti di Kampung Kapitan terdiri atas tiga rumah, merupakan bangunan yang paling besar dan menghadap ke arah Sungai Musi. Rumah di tengah paling sering difungsikan untuk menyelenggarakan pesta dan tempat pertemuan, sementara kedua rumah di sisi timur dan barat untuk rumah tinggal.
Dari arah darat, hanya ada satu jalan masuk ke Kampung Kapitan yang berjarak sekitar 800 meter dari bawah Jembatan Ampera. Di jalan masuk terdapat dua gerbang yang daun pintunya hilang. Tapi kini, keanggunan Kampung Kapitan nyaris hilang. Hanya bangunan-bangunan kuno yang masih tegak berdiri, meskipun banyak kerusakan kecil di berbagai sudut.
Selain itu, bagian bangunan yang terbuat dari kayu tampak kusam. Namun, dinding kayu tidak rusak karena terbuat dari kayu unglen yang tahan selama ratusan tahun. Di dalam rumah, meja abu dan altar sembahyang yang dihiasi beberapa patung dewa, juga terlihat berdebu dan dikotori sarang laba-laba. Hampir tidak ada lagi meja kursi atau lemari yang dapat menggambarkan situasi masa lalu. Hanya ada beberapa foto kapitan masih terpampang di ruang tamu rumah sebelah timur.
Taman bagian tengah kampung juga sudah berubah menjadi tanah lapang yang tidak terurus. Dua patung singa, lambang rumah perwira China yang dulu pernah menghiasi bagian depan rumah inti juga hilang. Menurut Tjoa Kok Lim, Kampung Kapitan tidak terurus setelah ditinggalkan para keturunan kapitan. Tjoa Kok Lim menjaga rumah itu karena keempat saudara perempuannya mengikuti suami mereka ke luar Palembang.
Pudarnya ketenaran Kampung Kapitan juga membuat anak-anak Tjoa Kok Lim memilih bekerja di Jakarta dan Lampung. Ia kini hanya ditemani seorang anak perempuan untuk menjaga kedua rumah inti, setelah rumah ketiga dijual kepada orang lain. Rumah-rumah kecil di Kampung Kapitan juga sudah dikuasai para penghuninya, tidak lagi dalam kepemilikan keluarga kapitan Tjoa Ham Hin.

Kp. Kapitan, Palembang; Melongok Bangunan Peninggalan China

Kampung Kapitan memang salah satu bangunan peninggalan China. Namun, bukan ciri khas China yang melekat di sana, melainkan perpaduan antara budaya Palembang, China, dan Belanda yang terasa kental mewarnai kawasan yang terletak di pinggir Sungai Musi ini. Menurut budayawan dan sejarawan Palembang, Djohan Hanafiah, munculnya Kampung Kapitan berkaitan dengan runtuhnya Kerajaan Sriwijaya pada abad XI dan munculnya Dinasti Ming di China pada abad XIV.

Sejak zaman Sriwijaya hingga kini, Sungai Musi menjadi urat nadi jalur transportasi air untuk menggerakkan perekonomian Kota Palembang dan sekitarnya. Alur mudik kapal, perahu, getek, tongkang, tug boat maupun speed boat yang membawa hasil bumi, dapat terlihat. Namun, di balik padatnya aktivitas di sungai yang membelah Kota Palembang menjadi dua, yakni Seberang Ulu dan Ilir ini, ada yang lebih menarik perhatian wisatawan, yaitu Kampung Kapitan.
Kampung Kapitan merupakan kelompok 15 bangunan rumah panggung ala China yang terletak di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Kampung ini pada awalnya merupakan tempat tinggal seorang perwira keturunan China berpangkat kapitan (kapten) yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda.
Lahan di Seberang Ulu ini memang untuk para pendatang dari luar Palembang. Uniknya, bentuk rumah mengadopsi bentuk rumah limas (rumah tradisional Palembang) yang diperuntukkan bagi para bangsawan Palembang. Namun, bentuk rumah juga mengadopsi tipologi rumah masyarakat China dengan courtyard (ruang terbuka) pada bagian tengahnya, yang berguna bagi penghawaan dan masuknya cahaya.
Tradisi juga masih nampak pada interior rumah yang dilengkapi dengan meja altar pemujaan bagi leluhur. Perpaduan ini dapat dipahami, sebab pada masa akhir pemerintahan Kesultanan Palembang, masyarakat Tionghoa mulai membaur dengan masyarakat asli Palembang melalui perkawinan atau memeluk agama Islam.
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Tionghoa mengalami perubahan dari masyarakat yang diawasi menjadi masyarakat yang mempunyai kedudukan istimewa. Ini terlihat pada kolom penyangga pada bagian teras depan yang pada rumah pertama berbahan kayu, berganti menjadi kolom bata dengan gaya klasik eropa, walau dengan proporsi yang disesuaikan dengan tampang bangunan.
Bangunan inti di Kampung Kapitan terdiri atas tiga rumah, merupakan bangunan yang paling besar dan menghadap ke arah Sungai Musi. Rumah di tengah paling sering difungsikan untuk menyelenggarakan pesta dan tempat pertemuan, sementara kedua rumah di sisi timur dan barat untuk rumah tinggal.
Dari arah darat, hanya ada satu jalan masuk ke Kampung Kapitan yang berjarak sekitar 800 meter dari bawah Jembatan Ampera. Di jalan masuk terdapat dua gerbang yang daun pintunya hilang. Tapi kini, keanggunan Kampung Kapitan nyaris hilang. Hanya bangunan-bangunan kuno yang masih tegak berdiri, meskipun banyak kerusakan kecil di berbagai sudut.
Selain itu, bagian bangunan yang terbuat dari kayu tampak kusam. Namun, dinding kayu tidak rusak karena terbuat dari kayu unglen yang tahan selama ratusan tahun. Di dalam rumah, meja abu dan altar sembahyang yang dihiasi beberapa patung dewa, juga terlihat berdebu dan dikotori sarang laba-laba. Hampir tidak ada lagi meja kursi atau lemari yang dapat menggambarkan situasi masa lalu. Hanya ada beberapa foto kapitan masih terpampang di ruang tamu rumah sebelah timur.
Taman bagian tengah kampung juga sudah berubah menjadi tanah lapang yang tidak terurus. Dua patung singa, lambang rumah perwira China yang dulu pernah menghiasi bagian depan rumah inti juga hilang. Menurut Tjoa Kok Lim, Kampung Kapitan tidak terurus setelah ditinggalkan para keturunan kapitan. Tjoa Kok Lim menjaga rumah itu karena keempat saudara perempuannya mengikuti suami mereka ke luar Palembang.
Pudarnya ketenaran Kampung Kapitan juga membuat anak-anak Tjoa Kok Lim memilih bekerja di Jakarta dan Lampung. Ia kini hanya ditemani seorang anak perempuan untuk menjaga kedua rumah inti, setelah rumah ketiga dijual kepada orang lain. Rumah-rumah kecil di Kampung Kapitan juga sudah dikuasai para penghuninya, tidak lagi dalam kepemilikan keluarga kapitan Tjoa Ham Hin.
 

Masjid Merogan & Masjid Lawang Kidul

Kedua Masjid ini dibangun dalam waktu hampir bersamaan pada tahun 1310 H oleh Kyai Merogan (Mgs. H. Abdul Hamid Bin Mgs. Mahmud) dengan menggunakan biaya sendiri. Sebagai seorang ulama yang memiliki pandangan kedepan beliau mendirikan Rumah Allah SWT dengan membuat pernyataan tertulis disebut "Najar Mujal Lillahi Ta'ala" naskah tersebut tertanggal 6 Syawal 1310.
Masjid Ki Merogan berada di tepian Sungai Ogan Kecamatan Kertapati sedangkan Masjid Lawang Kidul berada di tepi Sungai Musi daerah Seberang Ilir Kelurahan 5 Ilir.

Kedua bentuk masjid ini serupa sekalipun pendiri kedua masjid itu wafat tetapi sampai dengan saat ini tetap ramai dikunjungi orang karena makam beliau dilokasi Masjid Ki Merogan dianggap keramat dan ada beberapa kisah menarik pada saat beliau masih hidup.

Kisah anak yatim
Pada suatu hari kala itu beliau masih berada di Mekkah menuntut ilmu, berkatalah bahwa dia akan kembali ke Indonesia untuk mengurus anak yatim. Anak yatim yang dimaksud adalah Masjid Merogan dan Masjid Lawang Kidul.

Kisah tentang ikan
Seorang pedagang ikan dari OKI membawa ikan untuk dijual di pasar ikan di Palembang. Mendekati kota Palembang, si Pedagang tiba-tiba menyaksikan ikannya dalam keadaan mati dan dia akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Tiba-tiba ia teringat kemasyuran Ki Merogan untuk meminta nasehat, setalah tiba, belum sempat berkata, Sang Kyai menegur, kisanak ikan-ikan yang berada d perahumu tidaklah mati. Insya Allah ikanmu hidup juallah ke pasar dan hiduplah serta peliharalah keluargamu baik-baik. Benar saja tiba di perahu dilihatnya ikan yang dibawanya dalam keadaar hidup.

Cerita lain tentang ikan dari dari seorang penduduk yang ingin membuktikan kekramatan Ki Merogan dengan melepas seekor ikan besar sambil berucap "hai ikan pergilah engkau menemui Ki Merogan sebagai hadiah dariku" beberapa hari kemudian dia menemui Ki Merogan di masjid Merogan, sebelum sempat mengutarakan maksudnya Sang kyai menyapa lebih dulu dan berkata bahwa kirimannya sudah diterima.

Zikir merogan
Beliau mengajarkan zikir dengan cara unik yaitu bila beliau mengajar ke Masjid Lawang Kidul atau sebaiknya menggunakan perahu sambil berkayuh inilah Kyai mengajak murid-muridnya bersama-sama mengucapkan zikir berulang-ulang dan maklumlah penduduk sekitarnya bahwa Ki Merogan lewat.