15.9.10

RAKYAT INDONESIA TIDAK BUTUH PERANG, TETAPI PEMIMPIN

Oleh Muhammad AS Hikam
President University















Pidato Presiden SBY di Mabes TNI Cilangkap yang amat ditunggu-tunggu rakyat Indonesia semalam (1/9/10) adalah sebuah anti klimaks. Pidato tersebut tidak berhasil memuaskan harapan masyarakat dan rakyat negeri ini untuk mendapatkan sikap tegas dalam menghadapi krisis hubungan antara RI dan Malaysia. Lebih dari itu, penampilan dan isi pernyataan Presiden makin mengesahkan pandangan bahwa negeri ini memerlukan pemimpin yang tegas dan mampu melindungi kedaulatan negara dan memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyatnya. Lokasi yang dipilih untuk menyampaikan pidato, Mabes TNI, bukannya mendongkrak citra ketegasan dan kesiapan serta kesamaptaan menghadapi gangguan dan ancaman terhadap negara, tetapi justru berbalik (backfired): ia justru semacam kontradiksi karena substansi pidato yang lemah dan tidak memberikan usulan-usulan yang lebih maju ketimbang sekedar retorika dan kalimat-kalimat besar. Kesan secara keseluruhan dari pidato semalam itu tidak mereprentasikan sebuah negara yang memiliki kekuatan pemaksa dan penjera bagi semua pihak yang akan menjadi ancaman terhadap negara. Presiden hanya mencoba untuk memberikan penjabaran dari apa yang selamam beberapa waktu terakhir iuni dilakukan oleh Pemerintah yang, sayangnya, telah ditanggapi secara negatif oleh publik. Walhasil, alih-alih pidato tersebut menjadi penenang dan pemberi dorongan bagi rakyat untuk meyakini kapasitas kepemimpinan beliau, ia justru menjadi target empuk bagi kritik atasnya!

Saya sendiri semula berharap bahwa reaksi ini hanyalah pandangan seorang pengamat. Ternyata, setelah saya bandingkan dengan hasil survey kecil para facebookers, saya dibuat terkejut. Ternyata pandangan mereka umumnya jauh lebih kritis dan negatif ketimbang apa yang saya miliki. Dari sekitar 200 komentator yang menjawab pertanyaan "Apakah pidato Presiden tentang masalah Malaysia anda anggap tegas, cepat, dan memnuhi harapan bangsa?", hanya 2 (dua) orang atau 1% saja yang mengatakan ya, itupun yang satu masih mengatakan ada kekurangan dalam hal tertentu. Secara hampir absolut, 198 orang, atau 99% mengatakan bahwa pidato Pak SBY semalam "mengecewakan", "tidak tegas," "tidak memenuhi harapan", dan "membuat posisi RI di bawah Malaysia" (lihat www.facebook.com/mashikam). Bukan hanya itu. Para komentator hampir secara keseluruhan menilai bahwa kepemimpina Presiden dalam mengatasi konflik antara RI dan Malaysia dianggap "lemah" atau bahkan "sangat lemah"! Merka melihat bahwa Presiden lebih banyak mencoba membangun pencitraan atau tebar pesona melalui pidato yang panjang dan tidak terfokus kepada sikap apa yang akan diambil yang mencerminkan kecepatan, ketegasan, dan memberikan harapan bagi bangsa yang nerasa kedaulatan negaranya terancam!

Tentu saja survey kecil ini tidak bisa dipakai sebagi sebagai satu-satunya rujukan bagi penilaian atas pidato Pesiden dan kebijakan Pemerintah mengenai hubungan RI-Malaysia yang sedang berada pada titik paling rendah ini. Namun, jika kita jujur dengan membandingkan pandangan para komentator facebookers dengan apa komentar dan analisa di media massa dan publik secara luas, tampaknya hasilnya lebih-kurang sama dan sebangun. Barangkali hanya pendukung die hard dari partai koalisi pemerintah yang masih dapat memberi justifikasi bahwa Presiden telah bersikap tegas melalui pidatonya. Salah satu pentolan Partai Golkar dan Ketua Fraksi Golkar di DPR, Setya Novanto, menganggap pidato Pak SBY itu telah cukup tegas dan arif disampaikan kepada Malaysia. Tak ketinggalan, Ketum DPP Partai Golkar, Aburuzal Bakrie, juga berharap kepada Malaysia agar mengikuti apa yang dikemukakan oleh Presiden. Saya belum menyimak pandangan parpol pendukung lain seperti PKS, PKB, PAN dan PPP. Yang pasti, parpol oposisi seperti Hanura, telah menyampaikan kekecewaannya terhadap pidato tersebut bahkan mengindikasikan kelemahan Pak SBY dalam menghadapi konflik. Besar kemungkinan reaksi yang mirip akan muncul dari PDIP dan Gerindra yang juga telah lebih dahulu meminta ketegasan sikap Pemerintah dalam beberapa statemen para tokohnya, baik di DPR maupun di luar.

Hemat saya, beberapa hal yang menjadikan pidato tersebut menjadi anti klimaks adalah:1) Kecenderungan Presiden untuk mengedepankan perhitungan ekonomi ketimbang masalah strategis dan kedaulatan nasional; 2) Mereduksi kemarahan publik hanya dalam satu pandangan yaitu pro-perang, padahal tidak semua pendapat kritis mengarah ke sana; 3) Mengaburkan masalah pelanggaran wilayah dengan persoalan yang tidak terkait dengan soal kedaulatan negara, seperti TKI, ilegal logging, dsb; dan 4) Ketidak jelasan langkah yang mencerminkan sikap pemimpin sebuah negara yang sedang menghadapi ancaman yang sangat serius dari pihak luar, kendati merupakan negara jiran sendiri.

Presiden memberikan uraian panjang lebar mengenai aspek ekonomi dari hubungan RI-Malaysia yang pada hakekatnya justru menampilkan ketergantungan kita dan ketidak mampuan untuk melakukan de-linking terhadap negara lain. Tak pelak, muncul kesan bahwa keseimbangan (parity) kepentingan ekonomi Indonesia digambarkan seolah-olah lebih besar sehingga muncul kekhawatiran jika Indonesia bersikap tegas maka akan mengalami malapetaka akibat putusnya hubungan perdagangan, dikembalikannya tenaga kerja Indonesia, dll. Padahal sebuah analisa yang dimuat di Kompas dua hari lalu menunjukkan bahwa justru Malaysia lah yang lebih membutuhkan Indonesia dari sisi ekonomi. Ujung-ujungnya, Presiden melakukan reduksi terhadap kekuatan sendiri dan menunjukkan sikap kurang percaya diri atas kapasitas ekonomi nasional vis-a-vis Malaysia.

Kemarahan publik di Indonesia muncul karena ketidak mampuan Pemerintah, terutama Kemenlu, melakukan penyikapan yang cepat dan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran wilayah yang dilakukan Malaysia bukan hanya sekali ini. Sikap Pemerintah yang lembek dan tak terkoordinasi dengan baik itulah, dan bukan kehendak untuk perang (will to war), yang sejatinya menciptakan maraknya kemarahan rakyat. Jika kemudian pidato Presiden menyiratkan seolah-olah hanya ada dua kelompok yaitu pro-perang dan pro diplomasi, saya kira hal itu kurang bijak, karena selain jalan perang sangat tidak realistis, juga hanya dilontarkan oleh sejumlah kecil kelompok. Upaya Presiden untuk mereduksi reaksi publik yang negatif dengan memberi label sebagai pro-perang dengan Malaysia, jelas tidak akan produktif!

Presiden juga mengatakan dalam pidatonya, bahwa persoalan antara RI-Malaysia bukan hanya soal wilayah saja, tetapi juga bidang lain seperti TKI, ilegal logging dll. Saya yakin seluruh rayat Indonesia yang mengikuti masalah hubungan yang kurang mesra antara kedua negara memahami itu. Masalahnya adalah, justru ketika persoalannya memang menyangkut masalah kedaulatan wilayah NKRI, maka sikap Pemerintah, sebagaimana amanat Konstitusi kita, harus mencerminkan ketegasan dan bukan mencari-cari justifikasi dengan mengaburkannya dengan yang lain. Jika masalah kedaulatan wilayah saja tidak tegas, apalgi mengenai masalah ilegal logging dan nasib TKI, sudah dapat diprediksi akan semakin tidak mendapat perhatian. Rakyat kita sudah berpengalaman bahwa kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan sebuah preseden buruk bagi integritas wilayah RI. Konflik blok Ambalat, dan kini pelanggaran perbatasan yang terakhir ini menunjukkan bahwa pihak Malaysia tidak memiliki niat baik untuk mencari solusi komprehensif.

Karena itulah maka pada akhirnya beberapa solusi yang ditawarkan dalam pidato Presiden semalam terasa cair dan belum terfokus, kecuali ketika beliau menjanjikan akan mempercepat perundingan mengenai perbatasan. Bagi publik yang sedang menanti-nanti pemimpinnya untuk menampilkan posisi Indonesia yang "cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan" maka solusi-solusi itu lebih merupakan sebuah upaya untuk memperpanjang waktu atau buying time, yang jelas akhirnya menguntungkan Malaysia. kalau Presiden mengatakan bahwa penyelesaian konflik ini disaksikan oleh seluruh dunia, beliau betul. Namun saya tidak terlalu bisa diyakinkan bahwa bangsa-bangsa lain akan memberikan dua jempol mereka untuk sikap lembek Indonesia. Rakyat Indonesia, saya yakin, tidak sedang butuh perang.

Rakyat Indonesia hanya sedang butuh pemimpin.
Rabu, 15/09/2010 17:15 WIB
Piala AFF 2010
'Lawan Malaysia jadi Kunci Indonesia'
Narayana Mahendra Prastya - detiksport



Jakarta - Indonesia berada dalam grup yang berat di Piala AFF 2010. Laga pertama melawan Malaysia menjadi laga paling vital bagi tim asuhan Alfred Riedl.

Indonesia terundi bersama Thailand, Malaysia, dan satu tim dari babak kualifikasi di Grup A Piala AFF 2010. Ada pun undian digelar pada Rabu (15/9/2010) sore WIB di Vietnam. Pertandingan di Grup A digelar di Indonesia.

"Ini grup yang sangat berat. Malaysia adalah juara SEA Games, sementara Thailand kini ditangani Bryan Robson. Kita harus bekerja keras dan memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah," ujar Andi Darussalam Tabussala ketika dihubungi detiksport melalui telepon, Rabu (15/9/2010) sore.

Tim 'Garuda' memulai perjuangan dengan menghadapi Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. "Langkah penentu Indonesia ada di partai pertama melawan Malaysia," tegas Andi yang menjabat sebagai manajer tim nasional tersebut.

Ketegangan yang tengah diwarnai hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia dinilai tidak akan mengganggu partai panas ini. "Ini tidak ada masalah. Mereka olahragawan bisa membedakan masalah tersebut. Kita bersahabat," tandasnya.

Soal keamanan, Andi mengatakan itu merupakan wewenang dari pihak panitia penyelenggara. "Yang jelas merupakan kewajiban kita semua untuk sportif. Pemain, penonton, dan pers juga punya kewajiban untuk menyebarkan pesan sportifitas itu," ujar Andi.

Bagaimana soal target? Dalam tiga edisi secara berturut-turut sejak tahun 2000 Indonesia berhasil mencapai partai puncak namun harus puas menjadi runner-up. "Kita semua berharap tahun ini menjadi milik kita," tegas Andi.

"Saya berharap dalam 2,5 bulan terakhir ini pelatih Alfred Riedl bisa menyatukan dan meramu tim. Semoga kompetisi distop (untuk pelatnas) membuahkan hasil," tambah Andi.


Jadwal Indonesia di Babak Grup Piala AFF 2010

1 Desember 2010: Indonesia vs Malaysia
4 Desember 2010: (pemenang kualifikasi) vs Indonesia
7 Desember 2010: Indonesia vs Thailand ( nar / din )

Di Indonesia Ternyata Ada Naga Berkaki Enam


di hari Raya pertama Idul Fitri 1431 H, Masyarakat Toboali dihebohkan dengan penemuan tulang rangka yang di issuekan sebagai seekot “Naga berkaki enam”. Konon katanya panjangnya mencapai ratusan meter. Untuk mengobati rasa penasaran, kami datang langsung kelokasi penemuan. Nah, untuk semuanya yang pernah/belum mendengar tent...ang berita tersebut, kami berbagi berita berupa Fhoto dan sekilas info tentang “ Mistery Naga “.

1. Lokasi Kerangka Tulang Di Desa Limus, dari Toboali arah utara melewati daerah transmigrasi, jaraknya ± 15 km. Disimpan di rumah seorang nelayan setempat sebagai sang penemu “Naga”. Menurut beliau Kerangka tersebut ditemukan pada hari kelima bulan Puasa 1431 H dilaut pada kedalam ± 3m didepan muara sungai Nyire. Saat ditemukan terlihat ada semacam pukat yang tersangkut pada sesuatu yang tersembul di atas permukaan air. Setelah didekati dan ditusuk-tusuk dengan ujung dayung ternyata itu adalan kerangka tulang yang posisinya melengkung seperti bulan sabit. Seterusnya Kerangka tersebut diambil dengan angkutan perahu, Untuk kerangka bagian kepala diperlukan tenaga 15 orang untuk mengangkatnya.

2. Menurut penuturan sang penemu pada saat terlihat pertama yang berupa pukat dan sesuatu yang menonjol, itu adalah bulu2 dan tanduk pada kepala kerangkan tersebut. Bulu2 tersebut seperti layaknya rumbai bulu pada kepala seekor kuda. Benda tersebut tidak ada di fhoto lantaran menurut sang penemu, setelah benda tersebut yang sebelumnya telah dilihat oleh Bapak Bupati Basel tidak diperlihatkan lagi pada umum.


3. Sebagai yang telah melihat langsung kerangka tersebut dapat kami beri gambaran, lingkar badan “mahluk” tersebut berkisar ± 2 m dengan panjang badan ± 15 meter. Dilihat dari bentuk kerangka kepala mengarah kepada bentuk seeokor ikan paus.Hanya pada tulang ekor yang masih terdapat sisa daging yang menempel, pada bagian tulang yang lain bersih dan berwarna putih kusam.

Demikian sekilas info tentang Isue “ Naga berkaki enam” dari Bangka Selatan.
ini foto penampakannya gan :

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5282891

NASA membeli Robot Pemandu wisata

NASA membeli Robot Pemandu wisata



Ooh-arr 2 D2: Humanoid dibuat Cornwall dibeli oleh NASA untuk menjadi robot pemandu wisata. Dia berbicara 15 bahasa, memiliki rasa humor yang baik dan bahkan dapat melakukan pertunjukkan menarik. Dan sekarang ini hidup menakutkan seperti robot, dibangun oleh sebuah perusahaan kecil di Cornwall, telah dibeli oleh NASA untuk menjadi pemandu wisata robot.
Robot, yang dikenal sebagai RoboThespian, yang didukung oleh udara yang dipadatkan dan dibuat hampir seluruhnya dari aluminium. Ini dilakukan oleh Cornish firm Engineered Arts, yang hanya memiliki tujuh anggota staf.
Scroll down to watch videos of RoboThespian in action
RoboThespian can interact with a human audience and speak a pre-programmed script in 15 languages
Tidak seperti R2 Robonaut yang sedikit macho, yang akan dikirim ke Stasiun Antariksa Internasional akhir tahun ini, RoboThespian akan tetap tegas diam di bumi. The RoboThespian terdiri dalam tiga variasi, Lite, Standar dan versi Deluxe. Juga dapat disewa untuk acara-acara. Dari website perusahaan, diketahui versi Deluxe senilai £ 79.500, yang memberikan akses ke semua fitur robot yang lebih canggih seperti kaki bertenaga dan konten dapat disesuaikan.
NASA membayar £ 70.520 untuk robot untuk membimbing pengunjung di sekitar perusahaan Kennedy Space Center di Cape Canaveral. RoboThespian dilengkapi dengan salam standar dan tayangan, yang Anda dapat menambahkan urutan sendiri direkam atau konten dipesan lebih dahulu.
Two RoboThespians interact with one another. The robot’s astonishingly life-like appearance has convinced Nasa to pay £70,000 for its services
Ini pertama kali dikembangkan oleh Cornish firm Engineered Arts pada tahun 2006 untuk mengambil bagian dalam produksi Teater Proyek Mekanikal di Eden. RoboThespian membuat debut resmi tersebut pada konferensi Asosiasi Ilmu-Pusat Teknologi di Los Angeles pada 2007 yang dilakukan dalam rangkaian klip film dan berinteraksi dengan penonton.
Muncul dengan layar sentuh yang memungkinkan pengguna pra-program serangkaian gerakan. Will Jackson, bos pembuat rekayasa Seni, berkata: “Kami sangat bangga. “Ini merupakan kemenangan bagi West Country. Kami mengalahkan beberapa perusahaan terbaik pembuatan robot dari AS dan Jepang. “

12.9.10

i
Rate This
Quantcast
Saat satelit NASA terkena kobaran api di atmosfer Bumi setelah misi tujuh tahun, sekelompok mahasiswa mengendalikan peristiwa itu.
Namun, jangan kaget. Para siswa ini tidak benar-benar membajak satelit NASA untuk merusak melainkan bagian dari pekerjaan baru mereka. Siswa tersebut membantu pilot NASA di bumi menuntun satelit tersebut kembali ke bumi.
Siswa ini merupakan bagian dari kelompok Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP) di University of Colorado-Boulder. Tim ini terdiri dari 20 siswa yang didampingi beberapa teknisi profesional yang membantu mengontrol lima satelit NASA.
“Meskipun kami sedih melihat misi ilmiah yang sukses ini berakhir tapi kami bangga ada siswa yang mampu berkontribusi dalam proses orbit pesawat luar angkasa secara aman,” kata direktur sistem data dan operasi misi LASP Bill Possel.
LASP merupakan salah satu dari sedikit lembaga di dunia yang yang memberikan pelatihan dan sertifikasi untuk mengoperasikan pesawat ruang angkasa NASA. “Ini merupakan satu-satunya universitas yang dapat mengendalikan lima satelit unik,” kata Possel. Salah satunya pesawat luar angkasa Kepler yang bernilai US$600 juta (Rp 5,4 triliun).
Sumber : inilah.com